Jumat, 03 Juli 2015

RINGKASAN METODE PENELITIAN KUANTITATIF



1.      NAMA   : VALENTINE QUEEN CHINTARY
2.      NIM       : 2012210083
3.      KELAS  : B
4. JUDUL :“REFORMASI DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN PASAR DESA LANDUNG SARI”
5.      RINGKASAN :
Menurut K. Sindhunata (1998)1 reformasi di Indonesia yang lebih bersifat evolusi daripada revolusi mempunyai gerakan yang ingin mengembalikan nilai-nilai murni cita-cita  revolusi kemerdekaan 45 tentang demokrasi dan hak-hak azasi manusia yang universal. Sewaktu orde baru diproklamirkan tahun 1966 maka cita-cita yang dirumuskan waktu itu adalah melaksanakan UUD 1945 secara murni dan konsekwen. Dalam proses perjalanan orde baru selama 32 tahun ternyata hal tersebut tidak terjadi, justru jauh menyimpang sebagai akibat kebijaksanaan akselerasi  dan fokus pembangunan ekonomi. Fokus dan akselerasi ini telah menyimpang nilai yang dicita-citakan para pendiri Republik kita ini.
Penyimpangan kebijaksanaan akselerasi tidak lepas dari suatu proses dan sistem administrasi yang merupakan bagian dari ilmu administrasi. Oleh karena itu di era reformasi ini peran ilmu administrasi tetap mempunyai peranan yang sangat penting dalam segala hal, baik untuk kehidupan berbangsa dan bernegara maupun gerak dinamika masyarakat itu sendiri. Reformasi yang mempunyai arti yang cukup sederhana tetapi maknanya dalam menurut Selo Sumarjan (1998)2 yaitu “ penataan kembali” yang dijabarkan sebagai perbaikan sesuatu hal yang belum baik dan membiarkan hal-hal lain yang sudah baik, perlu dipahami dan dicermati prosesnya. Dengan adanya proses perbaikan ini, ilmu administrasi mempunyai prospek didalam tata laksana perbaikan tersebut.
menurut Widjaja (2002)3 menyebutkan otonomi daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri ber-dasarkan aspirasi masyarakat, sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sedangkan daerah otonom, adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
Sebagai suatu contoh di desa landung sari. Potensi Desa Landungsari cukup besar, baik potensi yang sudah dimanfaatkan maupun yang belum yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Potensi yang ada baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya perlu terus digali dan dikembangkan untuk kemakmuran masyrakat secara umum.

 Kata kunci : Reformasi, Pembangunan, Otonomi Daerah, SDA,SDM,
6.      DOSEN PEMBIMBING : AGUNG SUPROJO, S.KOM., M.AP
7.      JUMLAH BIMBINGAN : 3
8.      ASAL DAERAH : KAB. SANGGAU
9.      NO  HP : 082301372074

Rabu, 19 November 2014

TUGAS KE 4, UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) MATA KULIAH REFORMASI ADMINISTRASI & GOVERNANCE



Abstrak : Reformasi administrasi dan governance yang di lakukan oleh pemerintahan yang sebelumnya dan yang masih harus dilakukan adalah alat Pemerintah untuk melaksanakan kebijakan dan programnya. Keluhan masyarakat biasanya terjadi karena ada kesenjangan  antara kebijakan yang tidak konsisten dan kinerja birokrasi yang tidak efisien, tidak efektif, dan tidak transparan. Karena itu, cita-cita reformasi akan kandas bila tidak ada gerakan ke arah reformasi administrasi dan governance. Reformasi harus mencakup unsur system dan perilaku birokrasi dan langkah langkah yang di lakukan sejalan dengan tantangan lingkungan stratejik dan cepatnya perubahan zaman yang di hadapi. Tuntutan reformasi administrasi yang berfokus pada peningkatan “ daya Guna”, hasil guna, bersih dan bertanggung jawab, serta bebas KKN mengandung makna perlunya langkah-langkah pendayagunaan terhadap system reformasi administrasi. Dengan demikian, tuntutan reformasi perlu menjadi salah satu agenda utama yang harus dijalankan oleh pemegang kekuasaan . Terlaksananya agenda reformasi administrasi ini pada gilirannya merupakan tantangan yang harus di laksanakan sebagai pemangku kepentingan bagi kualitas kemampuan manajerial maupun kepemimpinan Presiden selaku kepala pemerintahan, berserta para birokrat.

Kata kunci : Reformasi, Daya guna, Unsur system, kebijakan

Selasa, 18 November 2014

TUGAS KE 4, UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS). Pada pertemuan ke 8 MATA KULIAH REFORMASI ADMINISTRASI & GOVERNANCE



Nama : Valentine Queen Chintary
Nim    : 2012210083
TUGAS KE 4, UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS).


Pada pertemuan ke 8


MATA KULIAH REFORMASI ADMINISTRASI & GOVERNANCE


Abstrak : Reformasi administrasi dan governance yang di lakukan oleh pemerintahan yang sebelumnya dan yang masih harus dilakukan adalah alat Pemerintah untuk melaksanakan kebijakan dan programnya. Keluhan masyarakat biasanya terjadi karena ada kesenjangan  antara kebijakan yang tidak konsisten dan kinerja birokrasi yang tidak efisien, tidak efektif, dan tidak transparan. Karena itu, cita-cita reformasi akan kandas bila tidak ada gerakan ke arah reformasi administrasi dan governance. Reformasi harus mencakup unsur system dan perilaku birokrasi dan langkah langkah yang di lakukan sejalan dengan tantangan lingkungan stratejik dan cepatnya perubahan zaman yang di hadapi. Tuntutan reformasi administrasi yang berfokus pada peningkatan “ daya Guna”, hasil guna, bersih dan bertanggung jawab, serta bebas KKN mengandung makna perlunya langkah-langkah pendayagunaan terhadap system reformasi administrasi. Dengan demikian, tuntutan reformasi perlu menjadi salah satu agenda utama yang harus dijalankan oleh pemegang kekuasaan . Terlaksananya agenda reformasi administrasi ini pada gilirannya merupakan tantangan yang harus di laksanakan sebagai pemangku kepentingan bagi kualitas kemampuan manajerial maupun kepemimpinan Presiden selaku kepala pemerintahan, berserta para birokrat.

Kata kunci : Reformasi, Daya guna, Unsur system, kebijakan

Rabu, 29 Oktober 2014

Artikel Reformasi Administrasi dan Governance



Oleh Valentine Queen Chintary
Abstrak : hakekat reforrmasi yaitu perubahan/pembaharuan pada pola fikir dan dimulai dari masing masing individu, bilamana di hubungkan dengan kompetensi perencanaan pembangunan merupakan langkah awal untuk menata kembali system perencanaa pembangunan, setiap reformasi yang di rencanakan dan dilaksanakan pasti memilki dampak positif maupun negative, karena sebagian masyarakat indonesia masih banyak daerah yang belum mengenal arti dan tujuan dari reformasi. Oleh sebab itu reformasi secara jelas memilki tujuan, peran, meningkatkan motivasi, dan fungsi. Tetapi kita melihat dari kedua dampak positif dan negatifnya karena status Quo sangat sulit untuk menerima reformasi. Oleh sebab itu mahasiswa sangat berperan untuk dapat memberikan motivasi terhadap status Quo dengan harapan untuk lebih baik, maka apabila itu semua sudah di rencanakan dengan manajemen yang baik, output dari reformasi yang di rencanakan dengan baik akan membawa kesuksesan pembangunan menuju good governance dan mensejahterakan masyrakat. 


Kata kunci : reformasi. Perencanaan pemabangunan, manajemen.