Nama : Valentine Queen Chintary
Nim :
2012210083
Tugas : Mk. Komunikasi Politik
John Filger, film documenter yang
menceritakan tentang penguasa baru melahirkan globalisasi, politik,
perekonomian yang memasuki pasar bebas, kapitalisme, liberalism, industrialisme.
Era globalisasi yang telah dimulai bukan saja berpengaruh pada hubungan luar
negeri bangsa ini, namun lebih dari itu, asumsi dasar perekonomian nasional
juga sebenarnya telah semakin bergeser.
Indonesia
merupakan Negara yang kaya, terhadap SDA tetapi saat ini Negara ini menjadi Negara
yang miskin terhadap SDA. Karena SDA yang melimpah selalu dieksploitasi, sehingga banyak terjadi
pengangguran di mana-mana, melihat kejadian seperti ini, menjadikan investor
asing dengan mudahnya untuk menanamkan modal, mencari keuntungan, sehingga
banyak buruh yang bekerja keras, lebih dari 24 jam, karena tidak memiliki
pekerjaan, untuk menghidupi kebutuhan mereka.
Indonesia
selain di hadapkan oleh masalah ekonomi domestik yaitu bagaimana mendongkrak
laju pertumbuhan, pengurangan angka kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja juga
telah berhadapan dengan konsekuensi menghadapi perdagangan global. Tentu masing
masing Negara telah menyiapkan infrastruktur dan stratergi pasar masing masing,
terutama dalam meraih keuntungan dari perdagangan tersebut.
Negara
yang memilki kesiapan lebih komprehensip, maka ialah yang akan mengusai pasar
dan mampu meningkatkan nilai tambahnya, namun sebaliknya Negara yang yang belum
atau tidak memiliki kesiapan yang memadai, maka ia tidak akan meraih keuntungan
pasar yang signifikan. Kawasan perdagangan bebas mulai luas diberlakukan.
dalam pelaksanaannya mulai mengkhawatirkan para pengusaha kecil dan menengah
(UKM) di Indonesia. Para pengusaha kecil dan menengah Indonesia khawatir akan
ambruknya Industri domestik akibat serbuan barang-barang impor produksi
luar negeri yang menawarkan variatif harga yang lebih rendah.
Bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia,
liberalisasi perdagangan dapat menjadi Powerfull Tool bagi
pengurangan kemiskinan masyarakat. Karena dengan dihilangkannya hambatan
perdagangan, akan membuat persaingan harga-harga barang yang sejenis
(termasuk barang-barang import yang harganya murah) akan lebih
kompetitif. Sehingga Purchasing Power masyarakat semakin meningkat.
Disinilah peran strategi penjualan dan pemasaran dari para
pengusaha kecil dan menengah, dituntut untuk bisa menciptakan inovasi-inovasi,
dan mengefisiensi produksi agar harga jual produksinya bisa bersaing
dengan produk-produk dari kompetitor lain, terutama kompetitor dari luar negeri
Indonesia
yang memiliki basis perekonomian kerakyatan, tentunya mengalami tantangan
terhadap paham ekonomi liberal yang berasaskan kompetisi bebas dan bersifat
individu maupun kelompok. Era perdagangan bebas yang menjadi salah satu senjata
dari ekonomi liberal, saat ini telah ada di depan mata, dan Indonesia menjadi salah
satu negara yang meratifikasinya.
Dengan
perdagangan bebas ini, maka dunia ketiga khususnya Indonesia, akan kebanjiran
barang impor karena mudahnya barang luar negeri masuk ke pasar dalam negeri
serta adanya peralihan impor dari yang tadinya ilegal menjadi legal. Maka
dengan ini agenda pemberdayaan ekonomi rakyat akan semakin terpuruk akibat
desakan kuat dari komoditas-komoditas asing. Akibatnya semakin banyaknya angka
pengangguran dan akhirnya melumpuhkan perekonomian nasional.
Harapan
kita sekarang hanyalah adanya kesiapan dan kemampuan secara mental, sistem
sosial budaya, politik, serta ekonomi bangsa kita dalam menghadapi ancaman
globalisme-kapitalistik ini. Sehingga tidak memudahkan pengintegrasian
perekonomian Negara Indonesia ke dalam genggaman para pemodal negara-negara
kaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar